Kenangan dalam sepotong kerudung

Ada sejuta kenangan dalam sepotong pashmina hitam favorit saya. Kenangan yang terukir tentang seseorang di masa lalu. Kerudung itu hadiah perpisahan dari seorang Pakistan. Saat itu ia tengah menyelesaikan studi S3 di Universiti Brunei Darussalam. Sementara saya hanyalah mahasiswa pertukaran pelajar.

Berbagai hal yang kami lalui bersama tiba-tiba berkelebat dalam benak. Ada saat menyenangkan ketika kami dan kawan-kawan International club yang lain sight-seeing di jantung kota. Ibu kota Brunei itu menyuguhkan aroma kedamaian yang menawan. Kami menikmati makanan India dan berkeliling di seputaran Bandar Seri Begawan.



Merayakan idul adha bersama dengan masakan asing yang belum saya coba sebelumnya. Menikmati malam di rooftop The Core, asrama mahasiswa International yang mewah, ditemani kerlip lampu. Memandang keindahan laut lepas di sisi belakang asrama. Barbeque di pantai tak bernama dan menikmati farewell party untuk kami, mahasiswa pertukaran pelajar, di suatu waktu yang lain. Dan, hiking di suatu perbukitan asri dengan ukiran nama kami di sebatang pohon. TZ dan MG.



Namanya Tazneem. Dia gadis cantik asal Pakistan yang menjadi sahabat saya selama di Brunei. Gaya bicaranya dengan bahasa Urdu (mirip India) pernah membuat saya salah paham, hehe. Dan ada satu hal yang lupa saya lakukan. "Nanti kalau kamu nikah, undang aku yah," katanya suatu ketika. Namun,  hal tersebut  terlupakan. Semoga suatu saat nanti saya bisa mengunjunginya ke Pakistan. "Kapan-kapan maen kesana ya, kalo ke Pakistan hubungi saya," begitu ujarnya.

0 $type={blogger}:

Posting Komentar