Postingan

Pediasure Formula Baru, Semakin Lengkap Nutrisinya untuk Dukung Pertumbuhan si Kecil

Gambar
Oleh: Mega Anindyawati   Moms, tahu nggak, sih, kalau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) itu merupakan periode yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Masa ini dimulai sejak dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik. Ada banyak faktor lain yang berperan penting seperti nutrisi, kondisi saat dalam rahim, hormon pertumbuhan, hormon tiroid, testosteron dan estrogen, kesehatan yang baik dan kebahagiaan. Jadi, tidak selalu orang tua yang pendek akan mempunyai anak-anak yang pendek dan sebaliknya, ya, moms.   Nutrisi, Modal Utama Pertumbuhan Anak   Nah, di antara banyak faktor itu, nutrisi adalah modal utama untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi yang baik mendukung stimulasi anak. Investasi cerdas dalam pemberian nutrisi ini dapat dimulai sejak anak berusia dini. Semakin dini pemberian nutrisi ini, semakin besar dampak yang akan ditimbulkan. Nutrisi ini tidak hanya berdamp

Metamorfosis Penyintas Baby-Blues

Gambar
Oleh: Mega Anindyawati (IP Sidoarjo-Mojokerto) Saya berbaring menatap langit-langit ruang IGD yang tetap riuh pada jam malam. Debaran dalam dada masih kuat mengetuk-ngetuk. Apa yang dokter jaga katakan tadi? Kemungkinan saya terserang penyakit jantung? Saya menggeleng kuat-kuat membayangkan segala kemungkinan buruk seraya terus melafal berbagai doa dalam hati. Benak saya mengeja kejadian beberapa hari belakangan. Seminggu pasca melahirkan, saya menggigil kedinginan dengan kondisi tubuh hangat. Saya selalu berdebar-debar setiap kali mandi sore. Saya sangat sedih dan bingung. Saya merasa gagal menjadi ibu yang baik. Si kecil mudah sekali menangis, kencang dan memilukan. Setiap malam, bayi saya akan mengajak begadang hingga lewat pukul 12 malam. Tugas memberi ASI harus tetap saya lakoni meski lelah melumuri. Suami sebenarnya memberi dukungan. Beliau sering ikut begadang padahal harus berangkat kerja saat subuh menjelang. Tapi, tidak ada satu pun dari kami yang menyadari bahwa sa

Resensi Buku "Ayah, Aku Rindu" : Substansi Peran Ayah dalam Pengasuhan

Gambar
Oleh: Mega Anindyawati* Judul buku : Ayah, Aku Rindu Penulis : S. Gegge Mappangewa Penerbit : Indiva Media Kreasi Tahun terbit : Maret 2020 Jumlah halaman : 192 halaman Harga : Rp. 45.000,-   Masa remaja kerap disebut sebagai masa pencarian identitas diri, sehingga masa ini umumnya tak lepas dari konflik. Dunia remaja juga identik dengan cinta. Tak heran jika banyak novel remaja yang menyuguhkan menyuguhkan kisah-kisah seputar percintaan. Namun, novel remaja yang ditulis oleh S. Gegge Mappangewa ini menyajikan sensasi yang berbeda. Tetap dibalut dalam dunia remaja yang bersinggungan dengan cinta dan persahabatan, tetapi menyajikan konflik yang jauh dari sekedar virus merah jambu. Novel yang menjadi juara pertama kompetisi menulis novel remaja Indiva 2019 ini memfokuskan kisah pada konflik batin si tokoh utama dalam menghadapi masalah dalam hidupnya. Rudi Gilang, seorang remaja berusia 18 tahun, dihadapkan pada kenyataan pahit yang terjadi secara beruntun dalam hi

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Gambar
Pentingnya aqil baligh secara bersamaan Semakin berkembangnya zaman, ternyata aqil dan baligh anak semakin tidak seimbang.    Idealnya saat mencapai usia baligh anak juga akan aqil (mampu berpikir secara dewasa). Namun, anak zaman sekarang rata-rata baligh mulai usia 9 tahun sana baru mencapai aqil saat di rentang usia >20 tahun. Rentang waktu puluhan tahun ini menjadi celah berbahaya. Anak yang tidak seimbang aqil dan balighnya berpotensi tertarik dan ingin menjalin hubungan dengan lawan jenis tanpa sepenuhnya memahami konsekuensi logis yang harus ditanggung. Oleh karena itu, orang tua penting untuk mengarahkan agar baligh dan aqil bisa berjalan seimbang melalui pemenuhan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan, dialog terkait pendidikan seksualitas dan konsekuensi perilaku terkait dll.   #harike10 #tantangan15hari #zona7pendidikanseksualitas #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Gambar
Pengaruh media digital terhadap pemahaman seksualitas Perkembangan zaman dan kemajuan media dimanfaatkan anak untuk belajar apa pun, termasuk mengenai pendidikan seksualitas. Jika orang tua tidak memberikan pendidikan seksualitas pada anak dengan anggapan tabu dll, dikhawatirkan anak akan mencari informasi di tempat lain, seperti media digital. Informasi yang didapat dari media tidak semuanya bisa dipertanggungjawabkan. Ada kalanya informasi tersebut mengandung hoax, tidak sesuai dengan usia anak, dan mengajarkan hal-hal yang sebenarnya tidak atau belum dibutuhkan anak. Selain itu, ada banyak kejahatan seksual di media yang mengintai anak. Oleh karena itu, orang tua hendaknya waspada dalam memberikan gagdet dan mengontrol penggunaan media anak. Lebih baik lagi jika orang tua sendiri yang terlibat langsung menjelaskan pendidikan seksualitas pada anak dengan referensi dari media, yang dapat disesuaikan dengan usia dan tingkat kebutuhan anak.   #harike9 #tantangan15hari #zona7pendidikanse

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Gambar
Peran ayah dalam pengasuhan untuk pendidikan seksualitas Selama ini titik berat pengasuhan anak lebih dibebankan kepada ibu, padahal ayah memegang peranan penting dan utama dalam pengasuhan. Begitu pun dalam pendidikan seksualitas. Hal ini penting agar anak laki-laki mendapatkan informasi mengenai pendidikan seksualitas langsung dari sumber terpercaya, yaitu ayahnya. Bagi anak perempuan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan akan memberikan gambaran mengenai sosok laki-laki ideal sehingga mereka diharapkan dapat terhindar dari penyimpangan atau kejahatan seksualitas.   #harike8 #tantangan15hari #zona7pendidikanseksualitas #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Gambar
Pendidikan seksualitas sejak dini Pendidikan seksualitas dirasa sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan dan diajarkan, terlebih pada anak usia dini. Selama ini, pendidikan seksualitas hanya didapatkan anak dari pelajaran biologi di sekolah. Itu pun sebatas pengenalan fungsi organ reproduksi. Padahal sejatinya, anak perlu mendapatkan pendidikan seksualitas sejak dini. Pendidikan ini tentunya disesuaikan dengan usia anak. Misalnya, anak usia dini dikenalkan tentang perbedaan laki-laki dan perempuan dan bagian tubuh mana saja yang harus dijaga agar tidak disentuh orang lain, bahkan oleh keluarga dekat, tanpa ada kepentingan. Orang tua juga hendaknya waspada untuk tidak memposting foto anak dalam keadaan tidak berbusana atau membiarkan anak berpakaian minim karena menganggap mereka masih kecil. Hal ini penting untuk menjaga anak agar terhindar dari korban kejahatan seksual.   #harike7 #tantangan15hari #zona7pendidikanseksualitas #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbah

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Gambar
Pemahaman perbedaan gender Pendidikan seksualitas pada anak dimulai dengan mengajarkan perbedaan gender. Gender berbeda dengan seks. Seks terkait jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang sudah diciptakan oleh Tuhan sementara gender adalah bentukan lingkungan, bagaimana seseorang berpikir, berdandan, dan berperilaku sesuai dengan jenis kelaminnya. Ada beberapa hal penting terkait pendidikan gender pada anak. Orang tua dan keluarga dekat seperti kakak, adik, kakek-nenek dll hendaknya memperlakukan anak sesuai dengan jenis kelaminnya. Jangan karena menginginkan anak laki-laki, misalnya, orang tua memberi nama dan memperlakukan anak perempuan seperti laki-laki. Demikian pula dengan keluarga dekat. Kakak-kakak perempuan, misalnya, jangan iseng mengajak adik laki-laki bermain make-up atau mendandani adiknya seperti perempuan. Biarkan anak-anak tumbuh sesuai fitrahnya. Tugas kita hanya mengarahkan mereka agar memahami identitas gendernya dan mempersiapkan mereka agar mampu menjadi ayah dan

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Mengajarkan pendidikan seksualitas pada anak usia dini Day 5: Mengenalkan anak konsep malu dan menutup tubuh. Kegiatan: Saat anak ingin menemui temannya dalam keadaan tidak berpakaian, bunda ajarkan untuk menutup tubuhnya, meskipun kepada anak yang berjenis kelamin sama. “Malu,” kata bunda sambil menutupi tubuh si kecil. Setelah selesai berpakaian, anak boleh bermain. Anak juga diajarkan untuk tidak hanya memakai pakaian saat di dalam rumah, terlebih ketika keluar rumah. Evaluasi: Pernah anak mencontoh temannya yang melepas baju sembarangan saat akan mandi. Berkali-kali bunda harus sounding untuk tidak melepas pakaian di tempat terbuka dan jika tidak ada keperluan seperti mandi, BAK atau BAB.   #harike5 #tantangan15hari #zona7pendidikanseksualitas #pantaibentangpetualang #institutibuprofesional #petualangbahagia

Tantangan 15 Hari Zona 7 Pendidikan Seksualitas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional

Kelas bunda sayang Sidoarjo-Mojokerto sepakat untuk bagi tugas dengan membuat kelompok-kelompok kecil agar memudahkan diskusi. Inilah hasil diskusi kelompok yang membahas pencegahan penyimpangan seksual.   Ada beberapa pihak yang berperan penting dalam pencegahan penyimpangan seksualitas. 1.           Orang tua Orang tua harus paham betul tentang aqidah, akhlak, dan pendidikan seksualitas untuk diajarkan kepada anak-anaknya. Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua sebagai upaya pencegahan penyimpangan seksual, diantaranya:   a. Dari segi aqidah - Mengenalkan Allah dan menjadikannya sebagai tempat bergantung saat ada sesuatu yang buruk terjadi. - Membuat anak mencintai Allah dan selalu merasa diawasi oleh Allah sehingga tidak berani berbuat yang tidak baik meskipun tidak ada yang orang yang melihat.   b. Dari segi akhlak - Mengajarkan konsep malu pada anak. - Orang tua memberi contoh menjaga aurat dengan tidak berpakaian minim didepan anak serta berperilak