5 Manusia yang Utama Menurut Islam


Seseorang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin. Untuk menjadi seorang muslim yang lebih baik dari sebelumnya, ada lima hal yang dapat dilakukan untuk menjadikan kita sebagai manusia yang utama menurut islam, yaitu:

1. Selalu istiqomah dalam beribadah
Keimanan seseorang adakalanya naik dan turun. Ketika iman sedang berada di puncak, maka ibadah pun dilakukan dengan penuh suka cita, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Sebaliknya, jika iman sedang turun, ibadah wajib terkadang tertunda. Sementara ibadah sunnah pun lewat. Akan tetapi, bukan hal yang mustahil untuk menstabilkan keimanan kita atau setidaknya menjaganya agar tidak sampai turun terlampau jauh. Salah satu caranya adalah dengan selalu istiqomah menjalankan ibadah. Dengan menjalankan ibadah secara istiqomah, maka hal tersebut akan menjadi kebiasaan yang membuat seseorang semakin mudah untuk  beribadah.

2. Ikhlas dalam melakukannya
Untuk menjadi manusia yang utama, ibadah yang dilakukan hendaknya ikhlas karena Allah. Ikhlas dalam artian tidak mengharapkan imbalan apapun. Murni hanya mengharapkan ridha Allah.
Seorang santri Imam Ghazali, ulama pengarang kitab Ikhya' Ulumuddin, pernah bermimpi bertemu beliau setelah wafatnya. Santrinya bertanya apakah amalan beliau yang menulis begitu banyak kitab dan mengajarkan ilmu kepada santrinya yang amat banyaklah yang membuat Allah ridha. Namun, Imam Ghazali mengatakan bahwa amalan yang diterima oleh Allah bukanlah amalan beliau tersebut, tapi amalan lain yang dulunya dianggap remeh.
Alkisah, pada saat Imam Ghazali sedang menulis kitab, seekor lalat hinggap di atas botol tintanya. Jika beliau ingin melanjutkan menulis, itu artinya beliau harus mencelupkan alat tulisnya ke dalam tinta. Sehingga beliau mengusir lalat yang sedang minum itu. Akan tetapi, beliau yang kasihan pada sang lalat membiarkan lalat tersebut minum sampai kenyang dan pergi terbang. Amalan itulah yang diterima oleh Allah dan membuat Allah ridha. Amalan yang meskipun terlihat kecil tapi dilakukan dengan ikhlas.

3. Berputus asa akan kenikmatan yang dimiliki orang lain
Artinya untuk menjadi manusia yang utama, kita harus belajar untuk selalu mensyukuri apa yang kita miliki. Tak perlu membanding-bandingkan dengan apa yang orang lain punya. Kita tidak merasa iri ataupun sakit hati ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat.

4. Tidak membuat orang di sekitar kita tak aman ketika berada dekat kita
Sebagai manusia yang hidup bermasyarakat, sebaiknya kita tidak menyakiti orang lain dengan perbuatan maupun perkatan kita. Tidak menyakiti orang lain dengan tangan kita, seperti mengambil tanpa izin dan sejenisnya. Menjaga lisan dari menggunjing orang lain, mencela ataupun menyebabkan orang lain sakit hati sehingga merasa tak aman dengan kehadiran kita.

5. Selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian
Manusia yang utama adalah manusia yang selalu menyiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Sebab, kita tidak pernah tahu kapan ajal menjemput. Tak peduli apakah usia masih muda ataupun sudah tua. Sehingga yang terbaik adalah kita senantiasa melakukan ibadah dan bersiap menghadapi kematian.

Semoga kita dapat menerapkan kelima hal tersebut diatas dan menjadi muslim yang lebih baik untuk meraih keridhaan Allah. Aamiin.

0 $type={blogger}:

Posting Komentar