Resume Kulwap "Berpetualang bersama Daddy"

Oleh: Ayah Adri Suyanto

Materi Pengantar
Membangun bonding - menjadi sahabat anak

Menurut ayah bunda, quantity time dan quality time, mana yg lebih penting ?

Bagi keluarga kami, keduanya sama2 urgent, sama2 layak diperjuangkan.
Karena disanalah bonding antar anggota keluarga dapat terjalin, terutama bersama ananda.

Mengapa bonding menjadi bahasan yg penting dalam pengasuhan ? Ya, karena nasehat, sulit berjalan mulus tanpa kelekatan. Proses internalisasi value akan berat jika masih ada barier.

Terlebih banyak penelitian ilmiah yang menguatkan pentingnya membangun bonding a.l melalui pelukan, bermain bersama, merespon emosi ananda, ngobrol santai,dsb.

Jangan sampai timpang bonding anak kepada ayah bundanya. Jika ananda selama ini lebih lekat kepada sang bunda, maka demikian pula harusnya ayah mencuri hati ananda agar punya kedudukan yg sama.

Bekerja tak harus jadi alasan. Bahkan LDM pun bonding ini tetap bisa diperjuangkan.

So, mari menjadi sahabat ananda πŸ™‚

Salam hangat untuk keluarga di rumah..

πŸ‘±πŸΌ‍♂ Ayah Adri Suyanto



Sesi diskusi:

1.⃣ Yudhis_kaltim_6thn_pertanyaan :

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

1. Mohon dijabarkan apa2 saja kah 17 ayat pengasuhan yg terdapat dlm Al Quran?
Supaya kami sebagai seorang ayah pun tersadar dengan perintah ALLAH dlm al quran bahwa proses pengasuhan tidak hanya dibebankan kpd istri/ibu.

Jawab :

Point penting dalan pengasuhan ada dalam istilah aqil baligh. Sebagai orang tua kita hanya punya waktu 14 tahun untuk mendidik anak. Selanjutnya posisi mereka sama seperti kita. Idealnya saat anak mencapai usia 15 tahun proses aqil baliqh berjalan sempurna, mereka sudah siap menerima beban syareat sebagai hamba Allah dan sudah menemukan peran peradaban terbaik yang dimiliki. Bahkan seharusnya mereka sudah mandiri secara finansial.

Salah satu peran ayah, adalah menyampaikan kepada mereka bahwa setelah usia 15 tahun, penghidupan yang diberikan oleh orang tua bukan lagi disebut nafkah melainkan infaq. Anak 'harus' keluar dari rumah untuk menjalani kehidupannya secara mandiri.

Qur'an memuat dialog orang tua dengan anak dalam 17 tempat yang tersebar di 9 surat. Perinciannya, dialog ayah dengan anak sebanyak 14 tempat; dialog ibu dengan anak sebanyak 2 tempat, dialog kedua orang tua dengan anak (tanpa nama) sebanvyak 1 tempat. Berikut akan saya nukilkan rincian detailnya.

Pertama, Dialog Ayah dengan Anak dalam Al Qur’an

Sarah mendapatkan 14 tempat dalam Al Qur’an yang berisi dialog ayah dengan anak. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut:

1. QS. Al Baqarah 130 - 133 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya dan dialog Nabi Ya'qub As dengan anaknya.

2. QS. Al An'am : 74 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya.

3. QS. Hud : 42 - 43 memuat kisah dialog Nabi Hud As dengan anaknya.

4. QS. Yusuf : 4 - 5 memuat kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya.

5. QS. Yusuf : 11 - 14 memuat kisah dialog Nabi Ya'qub As dengan anaknya.

6. QS. Yusuf : 16 - 18 memuat kisah dialog Nabi Ya'qub As dengan anaknya.

7. QS. Yusuf : 63 - 67 memuat kisah dialog Nabi Ya'qub As dengan anaknya.

8. QS. Yusuf : 81 - 87 memuat kisah dialog Nabi Ya'qub As dengan anaknya.

9. QS. Yusuf : 94 - 98 memuat kisah dialog Nabi Ya'qub As dengan anaknya.

10. QS. Yusuf : 99 - 100 memuat kisah dialog Nabi Yusuf As dengan ayahnya.

11. QS. Maryam : 41 - 48 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan ayahnya.

12. QS. Al-Qashash : 26 memuat kisah dialog Syaikh Madyan dengan anak perempuannya.

13. QS. Luqman : 13 - 19 memuat kisah dialog Luqman dengan anaknya.

14. QS. Ash-Shaffat : 102 memuat kisah dialog Nabi Ibrahim As dengan anaknya, Ismail.

Demikianlah empat belas tempat dalam Al Qur’an yang memuat kisah dialog ayah dengan anak mereka.

Kedua, Dialog Ibu dengan Anaknya

Ternyata, kisah dialog ibu dengan anaknya hanya ditemukan di dua tempat saja, yaitu pada dua surat berikut :

1. QS. Maryam : 23 - 26 memuat kisah dialog Maryam dengan janinnya.

2. QS. Al-Qashash : 11 memuat kisah dialog Ibu Musa dengan anak perempuannya.

Ketiga, Dialog Kedua Orang Tua dengan Anaknya

Adapun dialog kedua orang tua dengan anaknya, dijumpai dalam satu tempat saja, yaitu dalam QS. Al-Ahqaf : 17 yang memuat kisah dialog kedua orang tua dengan anaknya tanpa disebut namanya.

Moderator: Silahkan jika ayah smua ada feedback atau hal yg perlu diperdalam dr pertanyaan pertama ini 😊
Sambil menunggu para ayah membaca dan mengunyah perlahan, berarti sebenarnya PR kita hanya sampai usia aqil baligh begitu?
Usia berapa itu?

Tanggapan: Maaf, disitu dibilang kalau setelah 15 tahun (Aqil baligh) ayah kita hanya infaq dan anak diharapkan sudah mandiri. Cuma pada kenyataannya, 15 tahun mungkin masih SMP ya, seringkali masih belum bisa dianggap mandiri, ya? Mungkin pikirannya masih sekolah saja.
Bagaimana ya itu pak?

Pemateri: Insya Allah iya, jumhur ulama sepakat bahwa aqil baliqh itu saat usia anak mencapai 15 tahun.

Dulu... istri saya sempat galau, bagaimana kalau Tsabita putri pertama kami akan baligh saat usia dibawah 10 tahun. Saat dia tidak menjalankan kewajiban seperti tidak salat, tidak puasa, dsb, apakah dia sudah menanggung dosa? Padahal secara kedewasaan berpikir masih anak anak banget. Unyu unyu kayak bapaknya

Lalu kami diskusikan dengan Ust Harry Santosa, penulis buku Fitrah Based Education, ternyata selama ini pemahaman kami perlu diluruskan.

Seseorang akan diberikan beban mukalaf, sanggup menerima syareat saat aqil baligh. Jumhur ulama sepakat ada pada usia 15 tahun.

Maka PR kita para orang tua adalah berusaha dengan keras agar diusia tsb anak kita mampu aqil baligh dengan baik. Dia mampu menerima beban syareat. Aqidah sudah bagus, ibadah sudah benar, dsb.

Anak kita sudah setara dengan kita. Sepadan dalam agama, sama sama mukalafnya dalam syarat.

Kalau sebelum 15 tahun, ayah wajib memberi nafkah. Kalau tidak jatuhnya berdosa. Tapi kalau sebelum 15 tahun sudah tidak wajib memberi nafkah, apalagi pada anak laki laki.

Kalau ada pemberian setelah 15 tahun maka itu bukan nafkah, melainkan sedekah seperti yang diberikan pada fakir miskin.

Lalu bagaimana caranya agar diusia 15 tahun mereka bisa mandiri khususnya dalam hal finansial?

Ini goal kedua yang harus diiktiarkan berdua bersama pasangan. Menemukan peran peradaban terbaik anak anak kita. Kita tahu passion, bakat, minat anak anak lalu kita kawal temukan, kembangkan, dan memperkenalkan kepada para mentor yang setipe. Hingga mereka bisa mandiri sesuai fitrah potensinya.

Ya inilah pntingnya kita membangun mindset dan mengatur strategi. Mindset bahwa bakat anak tidak semuanya menjadi pengusaha. Ada yang sukses menjadi pegawai, atlit, seniman, dokter, dsb. Akan sangat luar biasa jika kita mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh ananda.

Kapan kapan kita akan bahas terkait strategi agar 15 tahun anak kita sudah mandiri secaraa finansial. Ini adalah konsep ideal yang saya juga sedang belajar. Anak pertama saya usia 8 tahun juga sedangbdiarahkan kesana.

Sekarang kita fokus dulu membahas bonding dengan sang buah hati nggeh.

Moderator: Masyallah ternyata berat juga ya jadi orang tua terutama para ayah. Harus bs mengkawal masa aqil baligh anak2 hingga tercapai 2 goal tadi : siap menanggunh beban syariat dan menemukan peran peradaban (salah satunya yg memungkinkan bs mandiri finansial)



2.⃣ dari sejak kelahiran, kapan anak itu butuh sosok ayah? Sebulan, setahun, apa berapa lamakah? Mengingat bisa jadi ayahnya bekerja jauh dari rumah

Jawab :

Secara umum sosok ayah dibutuhkan sejak anak dilahirkan. Tapi ada peran peran khusus yang membuat kehadiran ayah harus dioptimalkan. Mari kita belajar tentang fitrah seksualitas. Mendidik  anak sesuai fitrah seksualitas artinya mengenalkan anak bagaimana bersikap, berpikir, dan merasa seperti gendernya. Jika ia anak perempuan, maka kita bangkitkan fitrah seksulitasnya sbg perempuan. Jika ia laki2, maka kita bangunkan fitrah seksualitasnya sebagai laki2.

Pertanyaan berikutnya yg muncul, bagaimana tekhnis membangkitkan fitrah seksualitas ini ?

Ada beberapa tahap yg perlu kita kawal di tiap fasenya.

*Usia 0 – 2 tahun* πŸ‘ΆπŸΌ

Pada usia ini anak harus dekat dengan bundanya. Pendidikan tauhid pertama adalah menyusui anak sampai 2 tahun. Menyusui, bukan memberi asi. Langsung disusui tanpa pumping dan tanpa disambi pegang hp.

*Usia 3 – 6 tahun* πŸ‘§πŸ½πŸ§’πŸ½
Pada usia ini anak harus dekat dengan kedua orang tuanya. Dekat dengan bundanya, juga dekat dengan ayahnya. Perbanyak aktivitas bersama.

*Usia 7 – 10 tahun* πŸ‘¦πŸΌπŸ‘©πŸΌ
Pada usia ini dekatkan anak sesuai gendernya. Jika anak laki2, maka dekatkan dengan ayahnya. Ajak anak beraktifitas yg menonjolkan sisi ke-maskulin-annya. Nyuci motor, akrab dg alat2 pertukangan, ke gym bareng, dsb. Jika anak perempuan, maka dekatkan dengan bundanya. Libatkan anak dalam aktifitas yg menonjolkan ke-feminin-annya. Stop katering dan banyak utak atik di dapur bersama anak, melibatkan saat bersih2 rumah, menjahit dsb.

*Usia 11 – 14 tahun* πŸ‘±πŸΌ‍♂πŸ‘±πŸΌ‍♀

Usia ini sudah masuk tahap pre aqil baligh akhir dan pada usia ini mulailah switch/menukar kedekatan. Lintas gender. Jika anak laki2, maka dekatkan pada bundanya. Jika anak perempuan, maka dekatkan pada ayahnya.

Ada sebuah riset yg menunjukkan jika seorang anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya pada fase ini maka data menunjukkan anak tsb 6x lebih rentan akan ditiduri oleh laki2 lain.

Di sebuah artikel parenting, dulu saya juga menemukan hal senada. Jika tdk dekat dg ayahnya, maka anak perempuan akan mudah terpikat dengan laki2 yg menawarkan perhatian dan cinta meski hanya untuk kepuasan dan mengambil keuntungan semata.

Logis juga sih. Saat ada laki2 yg memuji kecantikannya, mungkin ananda gak gampang silau krn ada ayahnya yg lebih sering memujinya. Kalau ada laki2 yg memberikan hadiah, ananda tak akan gampang klepek2 krn ada ayahnya yg lbh dulu mencurahkan perhatian dan memberi hadiah.

Pada fase ini jika anak perempuan harus dekat dg ayahnya, maka sebaliknya, anak laki2 harus dekat dengan bundanya. Efek yg sangat mungkin muncul jika tahap ini terlewat, maka anak laki2 punya potensi lebih besar untuk jadi suami yg kasar, playboy, dan tidak memahami perempuan.

Ada yang tanya, lho kalau ortunya bercerai atau LDR bagaimana? Hadirkan sosok lain sesuai gender yg dibutuhkan. Misal saat ia tak punya ayah, maka cari laki2 lain yg bs menjadi sosok ayah pengganti. Bisa kakek, paman atau bahkan kalau terpaksa bisa minta tolong sahabat yg kita kenal.

Sama dengan rasulullah. Meskipun tak punya ayah dan ibu, tapi rasulullah tak pernah kehilangan sosok ayah dan ibu. Ada kakek dan pamannya. Ada nenek, bibi dan ibu susunya.

Selain itu, kehadiran teknologi bisa membantu keberadaan ayah tetap dekat dengan keluarga meski sedang berjarak. Sekarang ada fasilitas video call yang murah meriah untuk tetap bisa hadir dan berkomunikasi bersama keluarga.

Fase berikutnya setelah 14 thn bagaimana? Sudah tuntas. Krn jumhur ulama sepakat usia 15 thn adalah usia aqil baligh. Artinya anak kita sudah “bukan” anak kita lagi. Ia telah menjelma menjadi orang lain yg sepadan dengan kita. Maka fokus dan bersabarlah mendampingi anak2, karna kita hanya punya waktu 14thn saja.

Tanggapan: Misal selama 0-2 tahun anak tidak pernah melihat ayah (semoga tidak πŸ˜…) apakah juga akan mempengaruhi kedekatan anak dengan ayah?

Pemateri‬: Fase 0-2 adalah anak dekat dengan Ibu.    Bagaimana jika dalam fase ini, sosok ayah tidak hadir?

Saya punya tetangga pelayar. Kerja di atas kapal dengan durasi pukang tak tentu, 1 tahun 1 kali bahkan lebih. Saat pulang, putri keduanya semoat tidak mau dekat apalagi digendong karena dianggab orang asing. Tapi hal tersebut bisa diperbaiki dengan membangun bonding selama beliau di rumah.

Kemungkinan akan lebih sulit diperbaiki jika keberadaan ayah tidak hadir di fase usia selanjutnya.

Moderator‬: Ternyata ada ya namanya fitrah seksualitas dan tiap fase usia pendekatannya berbeda.

Kalau fitrah seksualitas ini tdk terkawal, selain yg disebutkan sebelumnya, apakah ada dampak lain ayah adri?

Pemateri: Jika fitrah seksualitas tidak terkawal dengan baik, apakah ada dampak lain?

Pernah liat cewek yang tomboy banget, bahkan laki laki saja kalah tomboinya?
Atau laki laki yang menjadi banci?

Ini dampak lain yang akan muncul jika fitrah seksualitas tidak terkawal paripurna. Bahkan kasus LGBT yang ramai belakangan ini juga menjadi salah satu dampaknya. Orientasi seksual yang salah karena tidak mengenal fitrah gendernya dengan baik.

Moderator: Astaghfirullah 🀒
Ngeri juga ya 😨
Moga ayah bisa bersinergi dengan bunda untuk mengkawal fitrah seksualitas ini hingga tumbuh paripurna.
Memang gbs kalau pengasuhan diserahkan kpd bundanya aja. Salah satu hikmahnya ini ternyata.
Makanya sampai allah kode dg 14 ayat dr 17 ayat pengasuhan dlm al quran.



3. Assalamualaikum pak haji dan bu hajjah. Saya rendy calon ayah dr surabaya. Saya pingin menanyakan tips dan trik agar ayah tdk cepat emosi saat ananda melakukan kegiatan yg membuat ayah marah. Dan bagaimana cara mencapkan mi dset ke ayah bahwa anak adalah ladang pahala bagi ortunya. Syukron pak haji dan bu hajjah

Jawab :

Aamiin, terimakasih Mas Rendy untuk doanya naik haji. Semoga segera dikabulkan. ONH plus plus. Syukur kalau budal bareng. Aaminn ya Rab...

Ayah mudah emosi dalam mengasuh buah hati. Biasanya terjadi saat anak bersikap atau beraktifitas yang tidak sesuai dengan standart ayahnya. Maemnya lama bangets, sudah malam masih loncat loncat di kasur padahal sang ayah capek pulang syuting dan pemotretan ingin segera tidur, menghabiskan sabun cair di kamar mandi, terus minta tolong untuk ditemani atau diambilkan sesuatu padahal menurut kita, dia sudah bisa melakukan sendiri, bla bla bla. Pernah mengalami?  Sering... Hehe.

Terus gimana dong?

Menurut saya sih dirubah situasi yang membuat kita mudah emosi. Kondisikan apinya agar asap mudah diarahkan. Salah satunya dengan memperkenalkan standart yang kita miliki.

Pertama, ajari anak kita standart yang bagus. Dengan bermain bisa diajarkan teori standart yang kita inginkan.

Kedua, ikutsertakan. Temani saat anak melakukan standart baru dalam aktifitasnya. Istilahnya ngancani praktek.

Ketiga, arahkan. Lakukan evaluasi jika proses standarisasi tidak berjalan dengan baik.

Masalahnya sering kita langsung mengarahkan sebelum mengajari dan mengikutsertakan. Saat anak melakukan sesuatu dengan hasil yang tidak optimal, anak tidak menurut atau tidak sesuai harapan, munculah emosi ke permukaan.

Terkait cara menancapkan mindset bahwa anak adalah ladang amal bisa mempelajari pemaknaan doa untuk kedua orang tua. Masih ingat bunyinya?

Tanggapan‬: Yang ini Pak "Memang gbs kalau pengasuhan diserahkan kpd bundanya aja. Salah satu hikmahnya ini ternyata"

Pemateri: Jangan sampai kesibukan ayah dg dalih untuk kebahagiaan anak justru tdk mendapatkan doa anak shalih. Doa untuk orang tua yg selama ini kita pahami ternyata tak sepenuhnya tepat. "Kama robbayani soghiro" mendidikku sewaktu kecil. Bukan menyayangiku di waktu kecil. Maka sayang allah kepada kita para orang tua akan berbanding lurus dg proses pengasuhan, pendidikan yg kita berikan langsung pada buah hati. Kalau para ayah tdk menginvestasikan waktunya untuk terlibat dalam pengasuhan hanya krn sibuk mencari nafkah, sayang teramat sayang jika justru tdk kecipratan doa putra putrinya.

Moderator: 😱 banyak yg memahami berbeda. Jd kalau mengasuh trus dinilai 70, sayang allah ke kita juga 70. Begitu?
Kalau kita mengasuh nilainya 50. Segitu jg kasih sayang allah yg dimaksud dlm doa anak?
Nyesek ini pak. Nyesek banget 😭

Pemateri: Insya Allah begitu, saya juga nyesek saat pertama kali mengetahui hal ini. Bukan cuma nyesek sih, syok....


Nasehat dari Ust Adriano Rusfi

Wahai ayah, usah silau akan karir sebelum usia 40 tahun. Fokus saja untuk memperbesar kapasitas sesuai keilmuan kita dan mendidik putra putri tercinta. Ini investasi sebenarnya. Kokohkan pondasi keluarga agar tak menyulitkan di fase berikutnya. Jika sudah mulai masuk angka 40thn, saatnya tancap gas mengejar karir. Bukan sebaliknya. Karena Rasulullah sendiri semakin bersinar dengan bertambahnya usia. Makin tua makin luar biasa. Bukan sebalikya. Masuk masa pensiun mulai mengidap penyakit post powered syndrom dan makin galau akan berbuat apa. Ini mindset yg perlu diubah.

17 ayat pengasuhan dalam al quran, justru 14 ayat diantaranya adalah dialog ayah dan anak. Ini menandakan bahwa ayahlah sentral pengasuhan. Bahwa tanggung jawab terbesar mendidik anak justru berada di pundak para ayah. Maka yang paling butuh untuk mengilmui peran ini adalah para ayah, abi, papah, bapak. Jika ada kesempatan belajar parenting, datanglah berdua bersama istri. Namun jika kondisi mengharuskan hadir salah satu, biarlah ayah yang berangkat menimba ilmu. Begitu pula di masa rasulullah. Ketika ayat2 ttg anak dan perempuan turun, para suamilah yang dipanggil datang oleh rasulullah. Kurang lebih selama 3 hari kaum adam akan duduk bersama sang panutan sepanjang masa membahas tentang ayat2 tsb. Jika dirasa cukup, rasulullah menyuruh para sahabat pulang untuk meneruskan informasi ini kepada istri dan anak2nya.

Benar ibu adalah madrasah /  guru pertama dan utama untuk anak2. Namun ayahlah kepala sekolahnya. Ayahlah penanggung jawab utamanya. Kita bisa belajar dari ayah ibrahim, meskipun harus Long distance marriage, namun bisa punya putra yg luar biasa. Ya, karena visi misi dan kurikulum pendidikan yg ia buat telah terbreak down kepada istri tercinta. Maka, sudahkah ayah melakukan hal serupa?

Moderator: Masyaallah. Selama ini padahal para ayah kebanyakan fokus mengejar karir. Ngumpulkan sangu dan modal buat masa pensiun tiba. Biar anak istri hidup nyaman. Gimana itu ayah?

Pemateri: Bukan berarti tidak bekerja lo yah. Tetap bekerja untuk menfakhai keluarga. Fokus pada pengasuhan keluarga tidak dikesampingkan.

Moderator‬: Sepakat pak. Berat krn ganjaran surga. Kalau enteng mungkin cukup kipas angin aja ya.



4⃣. Bily_jogja_4 tahun_Bagaimana menerapkan disiplin untuk anak 4 tahun?

Jawab :

Banyak orangvtua yang menggunakan mekanisme reward and punishment untuk menertibkan putra putrinya.

Saya mendapatkan inspirasi lain tentang consequence learning dari Ust Adriano Rusfi. Semoga berhikmah.

Pernah suatu hari, salah satu putra beliau marah2 dan akhirnya membanting pintu. Ust aad cuma bilang : aduh, kasihan banget sih ini pintu. Gak salah apa2 kok dibanting2. Udah abi copot aja ya...

Malamnya si bocah resah gelisah karena diserang sekawanan nyamuk. Dengan putus asa, diketoklah pintu kamar orang tuanya : bi, abi... Minta tolong dong daun pintunya dipasang lagi. Abang janji gak akan banting2 pintu lagi... Beneran, drama berakhir bahagia dan penuh makna.

Cerita berbeda dari putra beliau yg lain. Ortu agak gemes kok bolak balik mecahin piring. Sang bunda usul sebentar lagi kita ganti piring plastik aja. No, ini mungkin menyelesaikan masalah tapi tidak menjadi pelajaran bagi dirinya. Sejak itu, di lemari makan hanya disediakan piring sejumlah orang di rumah dg nama masing2 di bagian belakangnya. Bener aja, gak lama piring si bocah pecah juga. "Silahkan pikirkan sendiri cara kamu makan. Berani berbuat berani bertanggung jawab", Ujar sang abi.

Gak kekurangan akal, ia cari sehelai daun pisang sebagai pengganti piringnya. Masalah beres sementara. Tapi abinya juga gak kalah pinter. Istri beliau diminta mulai sekarang hanya masak makanan yang berkuah. Soto, sop, sayur asem, dll. Ananda kesulitan dan akhirnya menyerah mau beli piring dengan uang saku yang disisihkannya. Sejak itu ia lebih berhati2 terhadap barang pecah belah.

2 cerita ini inspiratif buat saya. Kebanyakan kita biasanya akan shortcut cari solusi masalah tapi tidak mengizinkan ananda belajar darinya. Maka ketika ananda berbuat salah, alih2 menghukumnya, lebih baik kita melatihnya belajar makna konsekwensi.

Sama juga contohnya saat rutinitas pagi jelang sekolah. Dari pada bekal disiapkan, sepatu dipakaikan, makan disuapi demi berkejaran dengan waktu berangkat sekolah, mending ananda terlambat dan mengetahui apa konsekwensinya. Kalau dihukum di sekolah gimana? Biarin. Biar ia belajar juga. Next time diajak berpikir dan berhitung mundur. Sampai sekolah harus jam berapa, butuh berapa lama perjalanan, mesti berangkat jam berapa, sarapan jam berapa, mandi jam berapa, bangun jam berapa dsb.

It's okey you make mistake, as long as you learn from our mistakes.

Karena sesungguhnya cara terbaik otak belajar adalah dari kesalahan. So, ijinkan ananda belajar menanggung konsekwensi atas kesalahannya.. Dan ini peran yang lebih banyak harus dimainkan oleh sang raja tega : ayah... Karena ibu adalah sang pembasuh luka...



Hal ini kami terapkan pada anak anak, terkait uang saku untuk menertibkan rasa ingin jajannya.

Dulu dalam sehari, untuk uang saku bisa lebih dari 10 ribu. Maklum setiap ke mini marketvatau toko kelontok ada saja jajan yang ikut terbeli.

Setelah bersepakat dengan anak anak, akhirnya mereka hanya mendapat uang saku di hari senin 5 rb dan kamis 5 rb. Boleh digunakan untukbbeli jajan dan mainan. Asal uangnya cukup.


Tanggapan: Kenapa harus ayah yg jadi raja tega? Sementara saya lebih ngga tegaan daripada istri saya πŸ˜‚

Pemateri: Kira kira kenapa kok tidak bisa jadi raja tega?

Apakah karena rasa bersalah tidak optimal membersamai si buah hati?

Ada tetangga kami yang demikian. Aktifitas mengajar dan proyek membuat beliau jarang di rumah. Bahkan sempat kuliah di luar begeri. Saat sang ibu mampu membuat anak tertib, sang ayah membuat kacau dengan menuruti semua yang anak inginkan. Rasa bersalah membuat beliau mengalah.
Nah... sebabnya perlu diperdalam.
Hehehe.


Tanggapan: Pertanyaannya, seringkali ketika kita sdh mencoba menerapkan pola pendidikan yg seperti ayah Adri sampaikan, tetapi kadang berkebalikan dengan apa yg dilakukan mertua..bagaimana solusinya ...

Pemateri: Menarik ini...

Saya juga pernah mengalami hal serupa. Salah satu soluai yang bisa diberikan adalah menyamakan persepsi tentang pengasuhan yang baik, bahkan dengan mertu.

Jika sendiri tidak mampu, gunakan pihak ke 3 atau alat bantu. Ajak beliau datang ke seminar parenting, bawakan buku atau mp3 yang berbicara tentang pengasuhan. Sambil setiap hari minta petunjuk pada Allah SWT.



5⃣.❓Ayah NN - apa itu bonding? Kenapa perlu membangun bonding ?

❓suryaman_palembang_1st 3th/ 2nd 4 bln_Bagi saya Quality time maupun Quantity sama2 pentingnya, namun
1. bagaimana caranya mensiasati/ membuat plan bonding terhadap anak yg baik agar Quality time & Quantity time nya paripurna dengan segala keterbatasan waktu di hari kerja efektif bonding pkl 17.00 sore - 07.00 (07.00 -17.00 dikantor) ...?

2. Cara membangun bonding yg efektif untuk setiap level usia bayi/ anak...?

❓Assalamualikum. Fahry, anak laki-laki 9 bulan.

*Pertanyaan*
Sy sering bekerja dari rumah, dan pekerjaan saya di bidang IT menuntut utk intens dengan Gadget (Laptop & HP). Bagaimana mencegah anak agar tidak adiktif gadget, sedangkan sosok ayah yg dilihatnya setiap hari di rumah  berinteraksi dengan barang2 tersebut?

Moderator: Beberapa pertanyaan serupa ttg  what why dan how to seputar bonding. Silahkan ayah adri πŸ˜ŠπŸ™

Pemateri: Bonding itu kelekatan. Membangun bonding itu membangun kelekatan. Bisa dengan siapa saja, tapi dalam hal ini dengan anak. Tujuannya apa? Agar tidak ada barrier dalam hubungan sehingga memudahkan diserapnya inspirasi baik yang bersifat aktifitas maupun value.

Bagaimana cara membangun bonding?
Simpel. Memperbanyak aktifitas bersama. Tapi aktifitas yang santai dan menyenangkan. Inspirasi akan lebih mudah jika disampaikan dengan cara yang fun dari pada marah marah. Maka saya pakai tagline #ngguyuolehilmu saat ngisi acara. Metode ini digemari oleh banyak orang. #modus #promo

Nah... aktifitas bersama bisa dilakukan dalam 4 hal, apa saja itu? Kita bahas yang pertama, Belajar.

1. Belajar, menemani anak dalam meningkatkan knowledge dan keterampilanya. Belajar bukan hanya aktifitas yang berbau akademis. Saya pernah mengajak anak ke warung kopi (giras). Di sana anak anak akan belajar banyak hal. Ada adab dalam memesan makanan dan minuman. Meliht secara langsung bagaimana abang menyiapkan. Menghitung jumlah uang untuk membayar. Berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dan usia. Bahkan aktifitas ini saya jadikan tour de talent pada duo krucil bahwa ada loh kerja dengan jualan kopi. Tidak semata-mata ngajar seperti ayah dan bundanya.

Moderator: Galfok dg tagar #modus #promo πŸ˜‚
Eh tapi bener bbrp klien yg pernah saya tanya kenapa kok undang ayah adri ke kantornya, banyak yg jawab soalnya lucu.
Lah saya kan jd salting dan bingung.. gimana tuh ayah?
Guyon bs bikin materi masuk ? Sama jg dg ke anak?
Guyon bs bikin nasehat meresap? Atau bgmn?

Pemateri: Iya Bunda...
Ternyata saat informasi disampaikan dengan metode yang santai dan menyenangkan 40% lebih mudah diserap oleh otak.

Maka, kalau ikut seminar atau training diawal pasti ada sesi rapport building, proses membangun hubungan, pesertadiajak ice breaking, diajak happy happy, biar siap menerima materi.
Begitupun dengan anak anak

Moderator: Oh i see...
Baik. Di tips pertama ini ttg membangun bonding dg cara belajar bareng ananda, adakah ayah sekalian yg mau kasih feed back atau butuh diperdalam lagi?

Pemateri: Metode belajar bisa berbeda beda. Tapi akan berkesan bagi anak saat kita mampu menunjukkan jalan menemukan jawaban bukan langsung memberi jawaban.

Moderator‬: Jargon belajar yang ada di rumah kami, cari tahu apa yang ingin diketahui, pelajari apa yang ingin dikuasai.
Menarik. Biasanya ortu "sok pintar". Anak tanya ortu langsung jawab ya πŸ™ˆπŸ™ˆ

Pemateri: Anak tanya kenapa langit warnanya biru? Bagaimana kita menjawabnnya?
Dulu saya juga gitu mbak. Alhamdulillah tobat. Hehehe.
Sering bersama itu bagus, bisa mengambil hikmah setiap aktifitas saat bersama tambah bagus.
Syukur jika hikmahnya bisa diinternalisasi sama buah hati.



Moderator: Kalau langsung beri jawaban efeknya memang spt apa yah?
Sering tuh ditanya kenapa daun warna hijau. Jawab aja kitanya krn ada klorofil.

Pemateri‬: Ini salah satu menstimulus fitrah belajar anak. Agar keponya semakin bertambah. Bukankah lebih baik mengajari anak suka membaca dari pada menggegas anak bisa baca.

Anak saya yang pertama pernah bertanya, octopus itu bertelur atau beranak? Setelah saya minta berpikir dan tetap belum menemukan jawaban, Saran saya mengajak dia buka internet lalu cari di yutub tentang hal tsb. Setelah ketemu, ekspresi binar kepuasan berbeda dari pada kita jawab secara langsung.

Moderator‬: Next anak jd tahu "bagaimana menemukan jawaban". Tdk sekedar tahu apa jawaban yg benar. Begitu nggih?
Siap. Lanjut ke tips yg kedua ayah

Pemateri: Yuhu....
2. Bermain, melakukan aktifitas fisik bersama-sama. Kami sering melakukan permainan anak anak tahun 90an. Cukup membantu untuk mengalihkan kebosanan dan mengalihkan mereka dari gadget. Bersepeda keliling kompleks, njemur pakaian, masak bareng, bikin origami, dsb.

Sekarang lebih sering ke aktifitas olahraga seperti skipping, sepatu roda, dan hola hop.

3. Berdialog, ngobrol. Kontennya ngalor ngidul bisa, bermakna juga bisa. Eman, hal ini yang jarang dilakukan orang tua karena mereka sering kalah vocab sama anaknya.

Apalagi saat anak lebih update terkait perkembangan
Iyah... saya pernah debat sama si sulung tentang jumlah planet di tata surya

Tanggapan: bisanya kromo inggil... jd intinya ayah hrs ngerti kemampuan bahasa anak agar lebih dekat..gitu ngih... belajar lagi donggggπŸ˜‡πŸ˜ƒπŸ€“

Pemateri: Yang bisanya kromo inggil siapa?
Bahasa itu bukan sekedar language tapi juga konten, topik, dsb.

Tanggapan‬: Adakah spesifik waktu yg efektif utk menguatkan bonding? Mksdnya dari satu jam kebersamaan itu, awal 30 menit pertam lebih efektif kah dibanding sisanya? Atau the whole time itu meaningful?

Pemateri: Waktu yang baik menguatkan bonding banyak, tapi yang efektif di 3 aktifitas. Sebelum tidur, saat makan, dan dikendaraan. Optimalkan dengan kegiatan bersama. Sedangvterkait waktu, fokus anak itu 1 menit x usianya.  Tapi perhatian mereka bisa ditingkatkan jika aktifitasnya pas sesuai selera. Modifikasi ini yang harusnya diperdalam.
Sekarang cara ke 4, yaitu.... BERKISAH

Tanggapan:
Teknik bonding :
1. Belajar
2. Bermain
3. Berdialog/ngobrol
4. Berkisah...
πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Pemateri: Ada salah satu bagian otak yang namanya lobus insula. Hal ini saya pelajari dari istri setelah beliau belajar neuro parenting dari dr. Amir Zuhdi. Jadi kalau pengen nasehat tidak pengen masuk telinga kanan keluar telinga kiri, maka sentuh bagian otak ini.
Caranya? Jangan melakukan operasi lo yah...
Cukup melakukan stimulus dengan berkisah
Sudahkah para ayah berkisah untuk buah hatinya?

Jika belum bisa diagendakan. Tapi... hati hati hati dalam memilih cerita. Ada fakta bahwa cerita yang dibacakan dapat membentuk karakter seseorang.

Sampel penelitian ini negara Perancis dan Inggris saat masa kolonial. Inggris lebih besar wilayah jajahannya dibanding Perancis. Bukan karena beruntung tapi karena karakter para pejuangnya. Apa yang membedakan?

Ternyata cerita rakyat yang berkembang di Inggris adalah tentang pengorbanan, nasionalisme, peperangan. Sedangkan di Perancis tentang romansa 2 insan, romeon and juliet.

Sadar tidak sadar hal tersebut mempengaruhi karakter pejuang 2 negara, lebih garang dan semangat inggris dibandingkan perancis.

Cerita berpengaruh terhadap karakter. Lalu apa yang kita kisahkan pada outra dan putri kita? Si Kancil? Joko Tarub? Hehehe. Jika iya, perlu modifikasi konten sebelum disampaikan pada sang buah hati.

Sejak kapan bs mulai bercerita? Sejak dalam kandungan berumur 24 week.

Krn usia kandungan tsb organ pendengaran janin sdh berkembang sempurna dan sdh mulai bs mendengar suara di luar rahim ibunya.

Maka inspirasikan value baik dengan berkisah.

Luangkan waktu 5 menit saja setiap hari, insya Allah hal kecil ini akan membawa dampak yang tidak pernah kita bayangkan.

Saya merasakan hal tsb pada anak saya yang pertama.

Sulung bahkan pernah bangun tidur sambil nangis krn mimpi ke baitullah saat usianya 6.5 thn.

Katanya sudah kangen pengen ke rumah allah dan ke rumah rasulullah. Tanya brp harga tiket pesawat dll sampai akbirnya ia jualan telur puyuh keliling komplek.

Saya merasa ditampar. Yg udah tua aja gak gitu2 amat rindunya 😭😭😭😭

Sering sy pergoki dia gambar ka'bah.

Hal ini terjadi setelah saya bacakan kisah tentang Nabi Muhammad SAW.

Untung saja dulu saya ga jadi cancel saat nyonya pesen buku Muhammad Teladanku diemannya.

Berkisah juga efektif untuk anak kedua saya.

Kakak Farisah. Biasanya kalau malam harus diantar gosok gigi. Tapi suatu malam tiba2 saja ia masuk ke kamar kami, laporan kalau sudah gosok gigi dan siap untuk tidur. Dalam hati saya bilang "tumben". Tapi urung diri meluncurkan kalimatnya. "Wah hebat kak gosok gigi sendiri gak usah diantar", ujar saya excited. Iya dong, aku kan mau berani seperti Rasulullah...

Pernah suatu hari ayahnya numpahin kecap terus minta tolong bocah 5 tahun ini untuk mengambilkan tisu. Eh lah kok lucu dia langsung jawab : ayah you can do it yourself. Ayah harus tanggung jawab seperti rasulullah. Eng ing eeeeenggg.....

Sama juga kalau minta sesuatu trus belum bisa dipenuhi, kami lebih enteng bilang harus sabar seperti siapa? Dia jawab sabar seperti rasulullah. Alhamdulillah problem solved gak pakai drama apalagi tantrum..

Buku balita berakhlak mulia ini spesial bagi kami. Karena beberapa kali dibacakan, banyak perkembangan yang layak kami syukuri dari buah hati. Makin semangat berkisah. 5 menit saja tiap hari insyaallah jadi investasi berharga.

Moderator: Masyaallah.. dahsyatnya efek berkisah.
Pantes aja ya isi al quran sebagian besar disampaikan dg metode berkisah. Krn memang menyentuh otak lobus insula tadi ya.

Pemateri: Kalau sedang hamil dan balita lebih baik Balita Berakhlaq Mulia.
Benar, meski ceritanya sudah positif konten tetap harus disesuaikan dengan usia anak.

Kalau selepas balita, pakai seperti anak saya. Mengenal Rasulullah dari Buku Muhammad Teladanku.

Moderator: Saya pernah kulwap trus seorang ayah memutuskan ambil buku muhammad teladanku secara arisan. Kata beliau buat hadiah ultah ananda  , biar anak gak salah idola sekaligus *sebagai permohonan maaf jika selama ini ayahnya belum maksimal menjalankan peran sbg ayah peradaban*
Dan disitu saya merasa baper.

Pemateri: Baik Ayah sekalian...
Ternyata waktu kita menjadiseorang Ayah singkat sekali.
Mek Gur 14 tahun tok.
Mari kita optimalkan peran. Gunakan semua sumberdaya yang ada untuk mengasuh buah hati.
Agar kita juga kebagian pahala daridoa anak kita nantinya karena kita telah berkontribusi.
Bismillah...

Terimakasih telah menemani saya belajar, mhn maaf jika ada khilaf

Saya punya pantun sebagai penutup, semoga memberikan inspirasi.


Buah duku buah semangka
Buah jambu buah kedondong
Itu nama buah buahan


Assalamualaikum Wr Wb

0 $type={blogger}:

Posting Komentar